Puisi Warisan Rima Nenek Omas
Karya: Muhammad Sarbaini (Rahmat Pantun)
Dahulu aku dianggap sepi
Dikatakan bodoh, dipandang rendah sebelah mata
Pendidikan rendah jadi duri di hati
Seolah masa depan tiada punya cahaya
Namun, mereka lupa akan aliran darah
Ada tuah nenek mengalir di raga
Nenek Masliun yang akrab kami panggil Nenek Omas
Mewariskan rima dan rasa yang takkan pernah kandas
Kini rima itu membawaku terbang tinggi
Melintasi negeri, menyentuh kancah ASEAN
Gelar Penulis Terbaik kini di tangan kiri
Gelar Sarjana Pariwisata kini kukejar di tangan kanan
Nenek Omas
Cucumu ini bukan lagi orang yang bodoh
Tanjung Melawan jadi saksi aku berdiri tegak
Meski raga Nenek sudah jauh di liang lahad
Ilmu rima Nenek tetap hidup dalam detak yang sesak
Terima kasih atas tuah badan yang Nenek beri,
Kutuliskan puisi ini sebagai tanda bakti.
Biarlah dunia tahu, bakat ini murni,
Dari rahim sejarah yang takkan pernah mati
- Polsek Rokan IV Koto Rohul Ungkap Kasus Narkoba
- Siak Bangun Wadah Aman untuk Hobi Otomotif dan Tekan Balap Liar
- Ini Perusahaan yang Melaksanakannya
- Nakhoda Baru Komisi MUI Kuansing
- PAUD Madinatul Ulum Siak Khatam Al-Qur’an
- Polsek Kunto Darussalam Rohul Cek Perkembangan Jagung
- STAI Ar-Ridho Gelar Sempro dan Sidang Skripsi

